INFARK MIOKARD AKUT (AMI)
A. Pendahuluan
Infark miokard akut
merupakan penyebab
kematian tersering di AS. Di Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir IMA. Lebih
sering ditemukan, apalagi dengan adanya fasilitas diagnostik dan unit-unit
perawatan penyakit jantung koroner intensif yang semakin tersebar merata.
Gambaran distribusi umur, georafi, jenis kelamin dan faktor resiko IMA. Sesuai
Angina Pektoris atau Penyakit Jantung Koroner pada umumnya.
B. Anatomi
Jantung
Jantung
adalah organ berupa otot berbentuk kerucut, berongga dengan basisnya diatas dan
aspek dibawah miring ke sebelah kiri. Berat jantung 300 gram. Kedudukan jantung
berada di dalam rongga thorax di atara kedua paru di belakang shernum lebih
menghadap ke kiri, jantung terbagi menjadi 2 bagian, dimana masing-masing
bagian terbagi lagi menjadi atrium kanan dan ventrikel kanan serta atrium kiri
dan ventrikel kiri yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah katub, yang kanan
disebut katub trikuspidalis dan yang kiri disebut kaheb bikuspidalis atau katub
mitral.
Jantung
juga diliputi oleh sebuah membran yaitu perikardium parietal (bagian luar) dan
perikardium viseral (bagian dalam). Diantara selaput terhadap cairan serosa
yang berfungsi untuk memudahkan pergerakan jantung. Bagian tengah otot jantung
juga dilapisi oleh miokardium dan bagian dalam dilapisi oleh eridokardium.
C. Fisiologi
Jantung
Fungsi utama jantung adalah untuk
memompakan darag kesleuruh tubuh dengan cara mengembang dan mengucap yang
disebabkan oleh karena adanya rangsangan yang berasal dari susunan saraf otonom
sirkulasi adalah :
1. Sistem
peredaran darah besar
Darah
meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan arteri-arteri yang lebih kecil
atau arheriola ke seluruh tubuh. Arteri mempunyai dinding yang berotot yang
dapat menyampitkan dan menahan aliran darah yang berfungsi untuk mempertahankan
tekanan darah arteri dan mengatur aliran darah kapiler. Dalam jaringan kapiler
terjadi pertukaran zat antara plasma dan jaringan intersitital kapiler-kapiler
bergabung membentuk venula dan vena vaca interior dan masuk ke atrium kanan
jantung
2. Sistem
peredaran darah kecil
Darah
dari ventrikel kanan melalui arteri pulmonalis dan arteri-arteri yang lebih
kecil membawa darah kotor ke paru-paru. Di paru-paru (alveoli) terhadap
peningkatan O2 dan pelepasan CO2 dalam kapiler pulmonal.
Kapiler pulmonal kemudian bergabung membentuk vena pulmonal dan membawa darah
bersih ke jantung melalui atrium kiri.
D. Pengertian
Miokard infark adalah kematian otot jantung
yang diakibatkan oleh kekurangan aliran darah atau oksigen. Penyebabnya adalah
penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner.
Iskemia yang berlangsung lebih dari 30-45 menit akan menyebabkan kerusakan
seluler yang irreversibel dan kematian otot atau nekrosis. Gambaran distribusi dipengaruhi umur, geografis, jenis kelamin dan faktor
resiko sesuai dengan angina pektoris atau penyakit jantung koroner pada
umumnya.
E. Etiologi
Penyebab
terbanyak dan tersering yang mengakibatkan miokardium infark akut adalah
arterosklerosis atau penyumbatan total arteri koroner baik oleh emboli atau
thrombus. Faktor yang
dapat meningkatkan timbulnya arterosklerosis atau faktor resiko :
1. Faktor
yang tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan (jantung)
2. Umur
(makin tua resiko semakin besar)
3. Jenis
kelamin (Pria memiliki resiko lebih tinggi)
Selain
itu ada factor yang dapat dikendalikan atau pola kebiasaan :
1. Merokok
2. Tekanan
Darah Tinggi
3. Kadar
lemak tinggi (kolesterol,LDL)
4. Kurang
Olah raga
5. Diabetes
yang tidak terkendali
6. Stress
dan Obesitas
F.
Manifestasi klinis
1. Nyeri dada restrofernal seperti diremas-remas
atau tertekan.
2. Nyeri dapat menjalar ke langan (umumnya ke
kiri), bauhu, leher, rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri
berlangsung lebih lama dari angina pektoris biasa dan tak responsif terhadap
nitrogliserin.
3. Bunyi jantung kedua yang pecah paradoksal,
irama gallop.
4. Krepitasi basal merupakan tanda bendungan
paru-paru.
5. Takikardi
6. Sesak napas
7. Kulit yang pucat
8. Pingsan
9.
Hipotensi
G. Patofisiologi

|
||||
|
||||


![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|
|

|
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|

|
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|
|||||


|
![]() |
|||||
|
|||||
![]() |
|||||


|
|
|
|
||||
H. Pemeriksaan
penunjang
1. Elektrokardiografi (EKG) : Adanya gelombang patologik disertai
peninggian segmen ST yang konveks dan diikuti gelombang T yang negatif dan
simetrik. Yang terpenting ialah kelainan Q yaitu menjadi lebar (lebih dari 0,04
sec) dan dalam (Q/R lebih dari 1/4).
2. Laboratorium :
Creatin fosfakinase (CPK) . Iso enzim CKMB meningkat. Hal ini terjadi karena kerusakan otot, maka enzim intra sel dikeluarkan ke dalam aliran darah. Normal
0-1 mU/ml. Kadar enzim ini sudah naik pada hari pertama ( kurang lebih 6 jam
sesudah serangan) dan sudah kembali kenilai normal pada hari ke 3.
SGOT (Serum Glutamic Oxalotransaminase Test)
Normal kurang dari 12 mU/ml. Kadar enzim ini biasanya baru naik pada 12-48 jam
sesudah serangan dan akan kembali kenilai normal pada hari ke 4 sampai 7.
LDH (Lactic De-hydroginase). Normal kurang
dari 195 mU/ml. Kadar enzim baru naik biasanya sesudah 48 jam, akan kembali ke
nilai normal antara hari ke 7 dan 12.
3. Pemeriksaan lainnya adalah ditemukannya peninggian LED,
lekositosis ringan dan kadang-kadang hiperglikemia ringan.
4. Kateterisasi: Angiografi koroner untuk mengetahui derajat
obstruksi.
5. Radiologi. Hasil radiologi tidak menunjukkan secara
spesifik adanya infark miokardium, hanya menunjukkan adanya pembesaran dari
jantung.
I.
Penatalaksanaan
1.
Istirahat
total.
2.
Diet
makanan lunak/saring serta rendah garam (bila ada gagal jantung)
3.
Pasang
infus dektrosa 5% untuk persiapan pemberian obat intravena
4.
Atasi
nyeri:
a.
Morfin
2,5-5mg iv atau petidin25-50mg im, bisa diulang-ulang.
b.
Lain-lain:nitrat,
antagonis kalsium, dan beta bloker
5.
Oksigen
2-4 liter/menit
6.
Sedatif
sedang seperti diazepam 3-4 x 2-5 mg per oral. Pada insomnia dapat ditambah flurazepam 15-30mg.
7.
Antikoagulan
:
a.
Heparin
20.000-40.000 U/24 jam iv tiap 4-6jam atau drip iv dilakukan atas indikasi.
b.
Diteruskan
asetakumoral atau warfarin.
8.
Streptokinase/trombosis
Pengobatan ditujukan untuk sedapat mungkin memperbaiki
kembali aliran pembuluh darah koroner. Bila ada tenaga terlatih, trombolisis
dapat diberikan sebelum dibawa ke rumah sakit. Dengan trombolisis, kematian
dapat diturunkan sebesar 40%.
J.
Asuhan keperawatan
Pengkajian
1.
Identitas
: nama, umur, pekerjaan, jenis kelamin, agama, pendidikan, suku bangsa,
pendidikan, tanggal masuk, alamat, dan data penanggung jawab
2.
Riwayat
kesehatan
-
Keluhan
utama : nyeri di daerah dada kiri
- Riwayat kesehatan
sekarang
Klien datang dengan keluhan nyeri didada seperti diremas-remas, rasa
terbakar, tertimpa benda berat, dan rasa tertekan, berkeringat, pucat. Jenis
nyeri tumpul atau tajam, berlangsung 15-30 menit atau lebih lama.
-
Riwayat
kesehatan dahulu
Sebelumnya pernah memiliki tekanan darah yang tinggi
(hipertensi),obesitas dan hiperkolestrol.
-
Riwayat
kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan keluarga yaitu memiliki penyakit
jantung/IM, diabetes, stroke, hipertensi, penyakit vaskuler perifer, penggunaan
tembakau.
3.
Data
fokus
Keadaan umum : compos mentis
Tanda-tanda vital
TD : meningkat (N : 120/80)
N : meningkat/menurun (N: 80-100)
RR : meningkat (N : 16-20)
S : meningkat (N : 36-37 derajat celcius)
N : meningkat/menurun (N: 80-100)
RR : meningkat (N : 16-20)
S : meningkat (N : 36-37 derajat celcius)
Persistem :
1.
Sistem
pernapasan
Jika terdapat gangguan fungsi ventrikel kiri (LV) dapat
ditemukan ronchi atau edema paru samar, peningkatan frekuensi pernapsan, napas
sesak/kuat
2.
Sistem
integumen
Penurunan turgor kulit, kulit kering atau berkeringat,
pucat, sainosis
3.
Sistem
kardiovaskuler
Bisanya berintensitas normal, dapt terdengar bising
sisitolik baru, jantung S3/S4 mungkin menunjukkan gagal jantung atau penurunan
kontraktilitas atau complain ventrikel,irama jan tung dapat teratur atau tidak
teratur, mrumur bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot
papilar
Analisa data
No
|
Data
|
Etiologi
|
Masalah
|
|||||||||
1.
|
DS :
- Nyeri dada
yang menjalar kelengan (umumnya kekiri), bahu, leher.
DO :
- Klien tampak
gelisah
- Ekspresi wajah klien tampak tegang
- Nadi >
normal (N : 80-100x/menit)
- Respirasi >
normal (N : 16-20x/menit)
|
![]() ![]() ![]() ![]()
Meákan as. Laktat
Merangsang thalamus
Ambang nyeri meâ
Timbul rasa nyeri
|
Gangguan rasa nyaman nyeri
|
|||||||||
2.
|
DS :
- Klien mengeluh pusing
DO :
- Klien tampak gelisah
|
![]()
Kontraksi otot jantung menurun
![]()
Cardiac output (suplai darah ) keotak meâ
Nutrisi dan O2 minimal
|
Gangguan
perfusi jaringan ke otak
|
|||||||||
3.
|
DS :
- Nyeri dada yang menyebar kekiri
DO :
- Klien terlihat gelisah
- Klien terlihat lemah
|
![]() ![]()
Saraf simpatis t’rangsang untuk mengaktivasi RAS
![]() ![]()
REM menurun
|
Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur
|
|||||||||
4.
|
DS :
- Klien mengeluh lemah dan
lesu
DO :
- Daerah perifer agak pucat
- ADL dibantu
- Klien terlihat lemah
|
![]() ![]() ![]()
Energi yang timbul tertjadi sedikit
|
Intoleransi aktivitas
|
Diagnosa keperawatan
1. Gangguan
rasa nyaman nyeri b.d ischemia jar dan penurunan suplai O2
2. Gangguan
perfusi jaringan keotak b.d nutrisi dan O2 minimal
3 Gangguan
pemenuhan kebutuhan istrahat tidur b.d REM menurun
4. Intoleransi
terhadap aktivitas b.d penurunan cardiac output
Rencana Asuhan Keperawatan
No.
|
Diagnosa keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
1.
|
Gangguan
rasa nyaman: nyeri b.d ischemia dan penurunan suplai O2 ditandai dengan :
DS :
- Nyeri dada
yang menjalar kelengan (umumnya kekiri), bahu, leher.
DO :
- Klien tampak
gelisah
- Ekspresi wajah klien tampak tegang
- Nadi >
normal (N : 80-100x/menit)
- Respirasi >
normal (N : 16-20x/menit)
|
Rasa nyaman
terpenuhi dengan kriteria
|
1. pantau /catat
karakteristik nyeri, catat laporan verbal, petunjuk nonverbal, dan respon
hemodinamik (contoh, meringis, gelisah, berkeringat, mencengkeram dada, napas
cepat, TD/frekuensi jantung berubah)
2. kolaborasi pemberian
terapi O2
3. berikan obat sesuai dngan
indikasi cth : Analgesik (Morfin, meperidin/demerol)
4. anjurkan pasien untuk
melaporkan nyeri dengan segera
5. Bantu melakukan tehnik
relaksasi, mis
; napas dalam
|
1. variasi penampilan
dan perilaku klien karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian. Kebanyakan
klien dengan IM akut tampak sakit, distraksi dan berfokus pada nyeri
2.
meningkatkan jumlah O2 yang untuk pemakaian miokardia dan juga mengurangi
ketidaknyaman s.d iskemia
3. meskipun morfin pilihan,
suntiksn narkotik lain dapat dipakai pada fase akut/nyeri dada berulang yang
tak hilang dengan nitrogliserin ujntuk menurunkan nyeri hebat, memberikan
sedasi dan mengurangi kerja miokard
4. penundaan pelaporan nyeri
menghambat peredaran nyeri/memerlukan peningkatan dosis obat. Selain itu
nyeri berta dapat menyebabkan syok dengan merangsang sistem saraf simpatis,
mengakibatkan kerusakan lebih lanjut
5. membantu dalam penurunan
persepsi/respon nyei. Memberikan kontrol situasi, meningkatkan perilaku
positif
|
2.
|
Gangguan perfusi jaringan
keotak b.d nutrisi dan O2 minimal ditandai dengan :
DS :
- Klien mengeluh pusing
DO :
- Klien tampak gelisah
|
Gangguan
perfusi jaringan teratasi dengan
kriteria
·
Perfusi jaringan otak dan aliran darah ke otak terjaga
·
Pasien sadar/ dapat berorientasi
·
Ada nadi perifer/kuat
|
1. selidiki perubahan
tiba-tiba atau gangguan mental kontinu contoh : cemas, bingung, letargi,
pingsan
2. lihat pucat, sianosis,
belang, kulit dingin/lembab. Catat kekutan nadi perifer
3. pantau pernapasan, catat
kerja pernapasan
|
1. perfusi cerebral secara
langsung s.d curah jantung dan juga dipengaruhi oleh elektrolit/variasi asam
basa, hipoksia, emboli sisitemik
2. vasokontriksi sistemik
diakibatkan oleh penurunan curah jantung mungkin dibuktikan oleh penurunan
nadi
3. pompa jantung gagal dapat
mencetuskan distress pernapasan
|
3.
|
Gangguan pemenuhan kebutuhan
istrahat tidur b.d REM menurun ditandai dengan :
DS :
- Nyeri dada yang menyebar kekiri
DO :
- Klien terlihat gelisah
- Klien terlihat lemah
|
Kebutuhan
istirahat klien terpenuhi dengan kriteria
|
1. ciptakan lingkungan yang
tenang nyaman
2. atur posisi klien pada
saat akan tidur senyaman mungkin
|
1.
menurunkan rangsang eksternal dimana ansietas dan regangan jantung serta
keterbatasan kemampuan koping dan keputusan situasi saat ini
2. dengan mengatur posisi
klien akan merasa nyaman
|
4.
|
Intoleransi terhadap
aktivitas b.d penurunan cardiac output ditandai dengan :
DS :
- Klien mengeluh lemah dan
lesu
DO :
- Daerah perifer agak pucat
- ADL dibantu
- Klien terlihat lemah
|
Klien
toleran terhadap aktivitas dengan kriteria
·
Klien tidak merasa lemah dan lesu
·
Bila beraktivitas tidak cepat lelah
·
Daerah perifer intac (hangat)
|
1. tingkatkan istirahat.
Batasi aktivitas pada dasar nyeri dan respon hemodinamik. Berikan aktivitas
senggang yang tidak berat
2. anjurkan klien menghindari
peningkatan tekanan abdomen, contoh mengejan saat defekasi
3. kaji ulang tanda/gejala
yang menunjukkan tidak toleran terhadap aktivitas atau memerlukan laporan
pada perwat atau dokter
|
1. kecendrungan menentukan
respon klien terhadap aktivitas dan dapat mengindikasikan penurunan oksigen
miokardia yang memerlukan penurunan tingkat aktivitas /kembali tirah baring.
R
2. aktivitas yang memerlukan
menahan napas dan menunduk (manuver valsava) dapat mengakibatkan bradikardi,
juga menurunkan curah jantung dan takikardi dengan peningkatan TD
3. palpitsai, nadi tidak
teratur, adanya nyeri dada, atau dispnea daapt mengindikasikan kebutuhan
perubahan program olhraga atau obat.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar