Senin, 23 September 2013

LAPORAN PENDAHULUAN Perilaku kekerasan


LAPORAN PENDAHULUAN

                               I.      Masalah utama
·         Perilaku kekerasan
a.       Pengertian
·         Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik kepada diri sendiri maupun orang lain.perilaku kekerasan terdapat pada suatu rentang respon marah, marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sehingga respon terhadap kecemasan atau kebutuhan yang diusahakan sebagai ancaman (stuart and sundeen,1995).
·           Perilaku kekerasan merupakan respon terhadap stressor yang dihadapi oleh seseorang ditujukan dengan perilaku actual melakukan kekerasan, baik pada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan secara verbal maupun non verbal, bertujuan untuk melukai orang lain secara fisik maupun psikologis (Berkowitz, 2000).
·           Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perilaku yang dapat membahayakan klien sendiri, lingkungan, termasuk orang lain dan barang-barang (Maramis, 2004).
II.   Proses terjadinya masalah
Saat sesorang individu berada dalam suatu keadaan yang merupakan suatu ancaman bagi dirinya ataupun menuntut suatu kebutuhan maka hal tersebut menjadi sebuah stressor yang menyebabkan individu tersebut stress dan menimbulkan kecemasan, apabila individu tidak dapat mengatasi kecemasannya, ketegangan yang dirasakan klien berlanjut menjadi rasa marah.
Marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sebagai respons terhadap kecemasan/kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dirasakan sebagai ancaman (Stuart dan Sundeen, 1995). Perasaan marah normal bagi tiap individu, namun perilaku yang dimanifestasikan oleh perasaan marah dapat berflutuasi sepanjang rentang adaptif dan maladaptive.



b.      Rentang respon perilaku kekerasan

Respon adaptif                                                                                                Respon mal adaptif
Asertif                         frustasi                                    pasif                agresif                         kekerasan
                                                Rentang respon masalah
Proses kemarahan                                Ancaman dan kebutuhan                    Merasa tidak adekuat
Merasa kuat                                                                                                                                                     Stress                                                                        MD
Menantang                                                                                                                                                     
                                                                           Cemas                                  Mengakhiri marah
Makan tidak terselesaikan                                                                                                                  
Marah memanjang                                              Marah                                Marah tidak terungkap
                                                          Mengungkapkan secara verbal
                                                            Menjaga perasaan orang lain
                                                                           Lega
                                                              Ketegangan menurun
                                                                  Marah teratasi
                                                           Muncul rasa bermusuhan
Marah pada diri sendiri                                                                       Marah pada orang lain
Depresi psikososial                                                                              Mengantuk / asertif




v  respon marah adaptif
asertif : respon marah dalam individu mengatakan atau mengungkapkan rasa marah atau tidak setuju tanpa menyalahkan atau menyakiti orang lain yang akan memberikan kelegaan bagi individu.
Frustasi : respon yang terjadi akibat individu gagal mencapai tujuan kepuasan atau rasa nyaman yang tidak biasanya dalam keadaan tersebut individu-individu tidak menemukan alternative lain.
v  Respon marah mal adaptif
Pasif : suatu keadaan dimana individu tidak mampu untuk mengungkapkan perasaannya yang sedang dialami untuk menghindari suatu tuntutan nyata.
Agresif : perilaku yang menyertai : marah dan merupakan dorongan individu untuk menuntut sesuatu yang dianggapnya benar dalam bentuk destruktif tapi klien masih terkontrol.
Kekerasan : sering juga disebut gaduh gelisah. Perilaku kekerasan ditandai dengan menyentuh, orang lain secara menakutkan, memberi kata-kata ancaman disertai melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat adalah melukai, merusak secara serius. Pada kondisi ini klien tidak mampu untuk mengendalikan diri.
c.       Factor penyebab
1. faktor predisposisi
berbagai pengalaman yang dialami tiap orang merupakan factor predisposisi artinya mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi perilaku kekerasan jika factor berikut dialami klien atau individu

·         Psikologis
Kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbul agresif untuk amuk. Masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan yaitu perasaan ditolak, dianiaya atau sanksi penganiayaan.
·         Perilaku
Reinforcement yang diterima pada saat melakukan kekerasan, sering mengobservasi kekerasan di rumah atau di luar rumah, semua aspek ini menstimulasi individu mengadopsi perilaku kekerasan.
·         Bioneurologis
Banyak pendapat bahwa kerusakan system limbic, lobus frontal, lobus temporal dan ketidakseimbangan neurotransmitter turut berperan dalam terjadinya perilaku kekerasan.
2.  faktor presipitasi
·         Faktor klien : kelemahan fisik keputusasaan, ketidakberdayaan, percaya diri yang kurang dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan.
·         Faktor lingkungan: situasi lingkungan yang ribut, kritikan yang mengarah pada penghinaan, kehilangan orang yang dicintai atau pekerjaan, dan kekerasan interaksi sosial yang provokatif dan konflik dapat memicu kekerasan.
d.      Tanda dan gejala
·         Fisik : muka marah, pandangan tajam, nafas pendek, berkeringat, tekanan darah meningkat
·         Emosi : tidak adekuat, tidak aman, merasa terganggu, marah, dendam, jengkel
·         Intelektual : mendominasi, bawel, berdebat, meremehkan
·         Sosial : rendah diri, pangasingan, penolakan, kekerasan,
·         Spiritual : kemahakuasaan, kebajikan/kebenaran hati, keraguan, tidak bermoral, kebejatan, kreatifitas terhambat.
III. Data yang perlu dikaji
1.      Wawancara :
·         Alasan masuk RSJ, gejala yang menjadi alasan keluarga membawa  klien kerumah sakit yaitu karena perilaku kekerasan.
·         Faktor predisposisi dan faktor presipitasi
·         Riwayat prilaku kekerasan sebelumnya
·         Support sistem yang ada
2.      Pemeriksaan fisik dan observasi
·         Muka merah
·         Pandangan tajam
·         Otot tegang
·         Nada suara tinggi
·         Berdebar
·         Mendominasi sarkasme
·         Meremehkan
·         Nafas pendek
·         Tekanan darah naik
·         Berkeringat
·         Melaksanakan kehendak
·         Melempar makanan, benda lain
·         Memukul



IV. Analisa Data
No
DATA
MASALAH
1
DO :
·         Mata melotot
·         Muka merah
·         Tangan mengepal
·         Rahang mengatup
·         Postur tubuh kaku
·         Sikap bermusuhan
·         Melukai diri atau orang lain
·         Agresif
·         Suara keras, ketus, bicara kasar
DS :
·         Ada ungkapan mengancam
·         Ada ungkapan mengucap dengan kata-kata kotor
·         Ada perkataan kasar
Perilaku kekerasan

V.    Diagnosa Keperawatan
No
Tgl
Diagnosa keperawatan
Perencanaan
Intervensi
Tujuan
Kriteria evaluasi
1

Perilaku kekerasan
Pasien mampu:
·     Mengidentifikasi penyebab dan tanda perilaku kekerasan
·     Menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dilakukan
·     Menyebutkan akibat dari perilaku kekerasan yang dilakukan
·     Menyebutkan cara mengontrol perilaku kekerasan
·     Mengontrol perilaku kekerasan secara:
1.fisik
2.sosial/verbal
3.spiritual
4.terapi psiko farmaka (patuh obat)
Setelah pertemuan pasien dapat menyebutkan penyebab, tanda, gejala,dan akibat, perilaku kekerasan, serta mampu memperagakan cara fisik 1 : untuk mengontrol perilaku kekerasan.
Sp 1 (Tanggal…)
·      identifikasi penyebab, tanda dan gejala serta akibat perilaku kekerasan
·      latih fisik 1 : tarik nafas dalam
·      masukan dalam jadwal harian pasien.






















Setelah pertemuan pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu memperagakan cara fisik 2 : untuk dapat membuat rencana tindak lanjut
Sp 2 (Tanggal..)
·      Evaluasi kegiatan yang lalu (Sp 1).
·      Latih fisik 2 : pukul kasur/bantal
·      Masukan dalam jadwal harian pasien




Setelah pertemuan pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu memperagakan cara sosial/verbal untuk mengontrol perilaku kekerasan. 
Sp 3 (Tanggal..)
·      Evaluasi kegiatan yang lalu (Sp1 & 2)
·      Latih cara sosial/ verbal 
a. Menolak dengan baik
b.Meminta dengan baik
c. Mengungkapkan dengan baik
·   Masukan dalam jadwal pasien




Setelah pertemuan pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu memperagakan secara spiritual
Sp 4 (Tanggal..)
·      Evaluasi kegiatan yang lalu (Sp1, 2, 3)
·      Latih secara spiritual
a. Berdoa
b.Sholat
·                     Masukan dalam jadwal kegiatan pasien




Setelah pertemuan pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu memperagakan cara patuh obat.
Sp 5 (Tanggal..)
·      Evaluasi kegiatan yang lalu (Sp1,2,3,4)
·      Latih patuh obat
a. Minum obat secara teratur 5B
b.Susun jadwal minum obat secara teratur
·      Masukan dalam jadwal kegiatan pasien.



Keluarga mampu merawat pasien di rumah.
Setelah pertemuan keluarga mampu menjelaskan penyebab, yanda/gejala, akibat, dan cara merawat pasien serta mampu memperagakan cara merawat.
Sp 1 (Tanggal..)
·      Identifikasi masalah yang diarasakan keluarga dalam merawat pasien
·      Jelaskan tentang perilaku kekerasan dari ;
a. Penyebab
b.Akibat
c. Cara merawat
·      Latih cara merawat klien
·      Rencana tindak lanjut keluarga/ jadwal untuk merawat pasien.




Setelah pertemuan keluarga mampu mengendalikan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu merawat serta dapat membuat rencana tinak lanjut.
Sp 2 (Tanggal..)
·      Evaluasi Sp1
·      Latih (simulasi) 2cara lain untuk  merawat pasien
·      Latih langsung ke pasien
·      Rencana tindak lam\njut keluarga/jadwal keluarga untuk merawat pasien. 




Setelah pertemuan keluarga mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu merawat serta dapat membuat rencana tindak lanjut
Sp3 (Tanggal..)
a. Evaluasi Sp1,dan 2
b.Latih langsung ke pasien
c. Rencana tindak lanjut keluarga/ jadwal keluarga untuk  merawat  pasien




Setelah pertemuan keluarga melaksanankan follow up dan rujukan serta mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan 
Sp4 (Tanggal..)
·      Evaluasi Sp1,2,3
·      Latih langsung ke pasien
·      Rencana tindak lanjut
·      Follow up
·      Rujukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar