I.
Pengertian
·
Bunuh diri adalah tindakan yang merusak
diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan
·
Factor Penyebab : - Perceraian
-
Pengangguran
-
Isolasi Sosial
·
Rentang respon : - Respon adaptif
- Menghargai
diri
- Berani
mengambil resiko dalam mengembangkan diri
- Merusak
diri sendiri secara tidak langsung
- Respon
mal adaptif
- Bunuh
diri
Respon bunuh diri
meliputi berbagai bentuk bunuh diri, bentuk perilaku, bunuh diri meliputi :
mengancam bunuh diri, percobaan bunuh diri, isyarat bunuh dirin klien meninggal
akibat bunuh diri. Metode atau cara yang digunakan untuk bunuh diri, yaitu
menembak diri, gantung diri, loncat dari ketinggian, minum obat, minum
racunmemotong urat nadi dll.
·
Factor Resiko tingkah laku bunuh diri
§ Penyebab
alasan mengapa individu bunuh diri
§ Kegagalan
adaptasi karena tidak dapat menghadapi stress
§ Perasaan
terisolasi : kehilangan hubungan interpersonal/ gagal melaksanakan hubungan
yang berarti
§ Perasaan
marah atau bermusuhan : bunuh diri merupakan hukuman pada diri sendiri
§ Cara
untuk mengakhiri keputusan
§ Tangisan
minta tolong
·
Factor resiko tingkah lakku bunuh diri
Faktor
|
Resiko tinggi
|
Resiko rendah
|
Umur
|
45
thn dan remaja
|
25-45
thn/ 12 thn
|
Jenis
Kelamin
|
Laki-laki
|
Wanita
|
Status
perkawinan
|
Cerai,
pisah, duda, janda
|
kawin
|
Jabatan
|
Professional
(dr.ahli,hukum)
|
Pekerja
kasar (buruh)
|
Pekerjaan
|
Pengangguran
|
kerja
|
Penyakit
fisik
|
Kronik,
terminal
|
Tidak
ada yang serius
|
Ggn
mental
|
Depresi,
halusinasi
|
Ggn
kepribadian
|
Pemakai
obat dan alkohol
|
Keracunan,
kecanduan
|
Tidak
keracunan/ kecanduan
|
Usaha
bunuh diri
|
Min
1x
|
Tidak
pernah
|
Rencana
|
Pasti/
spesifik
|
Kabur/
samar- samar
|
Metode
|
Gantung
diri
|
Minum
obatdan racun monoksida
|
Tersedianya
alat
|
selalu
tersedia
|
Tidak tersedia
|
Presifitasi
-
Fisiologis : Tersedianya kelainan
endokrin yang dapat menyebabkan kelainan makan (anoreksia nervosa)
-
Psikologis : depresi, putus asa, HDR
-
Sosial budaya : krisis hubungan dengan
masa remaja, terutama pada anak remaja, yang takut gemuk oleh karena ada
anggapan bahwa bila gemuk tidak cantik, sehingga timbul anoreksia nervosa yang
dipengaruhi oleh citra tubuh.
II.
Data Fokus
1.
Wawan cara
-
Apakah ada ide bunuh diri.
-
Factor predisposisi daj presitifikasi.
2.
Pengkajian dan observasi
a.
Pengecekan saat ini : 30’ ; 15’; 5’ ;
20’
Setiap tindakan
bunuh diri dalam 24 jam terakhir : ada atau tidak ada.
b.
SIRS ( Suicidal Intertion Rating
Scala) (Barlay dan Dreyer, 1997).
1= Ada ide bunuh diri,
tidak ada percobaan bunuh diri, tidak mengancm bunuh diri.
0 = Tidak ada
bunuh diri yang lalu dan sekarang.
2 = Memikirkan
bunuh diri dengan aktif, tidak ada percobaan
3 = Mengancam
bunuh diri, tinggalkan saya sendiri, saya mau bunuh diri “
4 = Aktif
mencoba bunuh diri
3.
Pemeriksaan diagnosa
-
EKG
-
Psikotes
-
Laboratorium
-
Darah
-
III.
Analisa Data
NO
|
DATA
|
Masalah Keperawatan
|
1.
|
DS
:
-
Ada ancaman / perkataan akan bunuh diri
-
Ada ungkapan keinginan untuk mati
-
Ada ide bunuh diei
-
Mengungkapkan rasa bersalah dengan keputusan
|
Bunuh Diri
|
No.
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Rencana Keperwatan
|
||
Tujuan
|
Kriteria Evaluasi
|
Intervensi
|
||
|
Resiko
bunuh diri
|
Pasien
tetap aman dan selamat
Keluarga
mampu merawat pasien dengan resiko bunuh diri
|
Setelah…x
pertemuan pasien mampu mengidentifikasi benda2 yang dapat mampu mengendalikan
dorongan bunuh diri
Setelah…
x pertemuan pasien mampu mengidentifikasi aspek positif dan mampu menghargai
diri sebagai individu yang berharga.
Setelah…x
pertemuan pasien mampu mengidentifikasi pola koping yang konstruktif dan
mampu menerapkannya.
Setalah…x
pertemuan klien mampu membut rencana masa depan yang realistis dan mampu
melakukan kegiatan.
Setelah
dilakukan …x pertemuan keluarga mampu merawat pasien dan mampu menjelaskan
pengertian tanda dan gejala serta jenis perilaku bunuh diri.
Setelah…x
pertemuan keluarga mampu merawat pasien dan mampu melakukan langsung cara
merawat pasien
Setelah…x
pertemuan keluarga mampu membuat jadwal aktifitas dirumah dan mampu melakukan
follow up.
|
Sp
1 :
1. Identifikasi
benda2 yang dapat membahayakan pasien.
2. Amankan benda2
yang dapat membahayakan pasien.
3. Lakukan
kontrak treatment.
4. Ajarkan cara
mengendalikan dorongan bunuh diri.
Sp
2 :
1.
Identifikasi aspek positif pasien.
2.
Dorong pasien untuk berpikir positif terhadap diri
3.
Dorong pasien untuk menghargai diri sebagai
individu yang berharga.
Sp
3 :
1.
Identifikasi pola koping yang biasa diterapkan
pasien.
2.
Nilai pola koping yang biasa dilakukan.
3.
Identifikasi pola koping yang konstruktif.
4.
Dorong pasien memilih pola koping yang
konstruktif.
5.
Anjurkan pasien menerapkan pola koping yang
konstruktuif dalam kegiatan harian.
Sp
4 :
1. Buat rencana
masa depan yang realistis bersama pasien.
2. Identifikasi
cara mencapai rencana masa depan yang realistis.
3. Beri dorongan
pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan.
Sp
1 :
1. Diskusikan
masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2. Jelaskan
pengertian tanda dan gejala resiko bunuh diri yang dialami pasien beserta
proses terjadinya.
3. Jelaskan cara2
merawat pasien resiko bunuh diri.
Sp
2 :
1. Latih keluarga
mempraktekkan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri.
Sp
3
1.
Bantu keluarga membuat aktifitas dirumah termasuk
minum obat.
2.
Jelaskan follow up pasien setelah pulang.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar