Senin, 23 September 2013

LP BUNUH DIRI


       I.            Pengertian
·      Bunuh diri adalah tindakan yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan
·      Factor Penyebab : - Perceraian
- Pengangguran
- Isolasi Sosial

·      Rentang respon :  - Respon adaptif
-    Menghargai diri
-    Berani mengambil resiko dalam mengembangkan diri
-    Merusak diri sendiri secara tidak langsung
-    Respon mal adaptif
-    Bunuh diri
Respon bunuh diri meliputi berbagai bentuk bunuh diri, bentuk perilaku, bunuh diri meliputi : mengancam bunuh diri, percobaan bunuh diri, isyarat bunuh dirin klien meninggal akibat bunuh diri. Metode atau cara yang digunakan untuk bunuh diri, yaitu menembak diri, gantung diri, loncat dari ketinggian, minum obat, minum racunmemotong urat nadi dll.

·      Factor Resiko tingkah laku bunuh diri
§ Penyebab alasan mengapa individu bunuh diri
§ Kegagalan adaptasi karena tidak dapat menghadapi stress
§ Perasaan terisolasi : kehilangan hubungan interpersonal/ gagal melaksanakan hubungan yang berarti
§ Perasaan marah atau bermusuhan : bunuh diri merupakan hukuman pada diri sendiri
§ Cara untuk mengakhiri keputusan
§ Tangisan minta tolong


·      Factor resiko tingkah lakku bunuh diri
Faktor
Resiko tinggi
Resiko rendah
Umur
45 thn dan remaja
25-45 thn/ 12 thn
Jenis Kelamin
Laki-laki
Wanita
Status perkawinan
Cerai, pisah, duda, janda
kawin
Jabatan
Professional (dr.ahli,hukum)
Pekerja kasar (buruh)
Pekerjaan
Pengangguran
kerja
Penyakit fisik
Kronik, terminal
Tidak ada yang serius
Ggn mental
Depresi, halusinasi
Ggn kepribadian
Pemakai obat dan alkohol
Keracunan, kecanduan
Tidak keracunan/ kecanduan
Usaha bunuh diri
Min 1x
Tidak pernah
Rencana
Pasti/ spesifik
Kabur/ samar- samar
Metode
Gantung diri
Minum obatdan racun monoksida
Tersedianya alat
selalu tersedia
 Tidak tersedia

Presifitasi
-       Fisiologis : Tersedianya kelainan endokrin yang dapat menyebabkan kelainan makan (anoreksia nervosa)
-       Psikologis : depresi, putus asa, HDR
-       Sosial budaya : krisis hubungan dengan masa remaja, terutama pada anak remaja, yang takut gemuk oleh karena ada anggapan bahwa bila gemuk tidak cantik, sehingga timbul anoreksia nervosa yang dipengaruhi oleh citra tubuh.

    II.            Data Fokus
1.      Wawan cara
-          Apakah ada ide bunuh diri.
-          Factor predisposisi daj presitifikasi.

2.      Pengkajian dan observasi
a.       Pengecekan saat ini : 30’ ; 15’; 5’ ; 20’
Setiap tindakan bunuh diri dalam 24 jam terakhir : ada atau tidak ada.
b.      SIRS ( Suicidal Intertion Rating Scala) (Barlay dan Dreyer, 1997).
1= Ada ide bunuh diri, tidak ada percobaan bunuh diri, tidak mengancm bunuh diri.
0 = Tidak ada bunuh diri yang lalu dan sekarang.
2 = Memikirkan bunuh diri dengan aktif, tidak ada percobaan
3 = Mengancam bunuh diri, tinggalkan saya sendiri, saya mau bunuh diri “
4 = Aktif mencoba bunuh diri





3.      Pemeriksaan diagnosa
-          EKG
-          Psikotes
-          Laboratorium
-          Darah
-           
 III.            Analisa Data
NO
DATA
Masalah Keperawatan
1.
DS :
-          Ada ancaman / perkataan akan bunuh diri
-          Ada ungkapan keinginan untuk mati
-          Ada ide bunuh diei
-          Mengungkapkan rasa bersalah dengan keputusan
Bunuh Diri























No.
Diagnosa Keperawatan
Rencana Keperwatan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi

Resiko bunuh diri
Pasien tetap aman dan selamat















































Keluarga mampu merawat pasien dengan resiko bunuh diri
Setelah…x pertemuan pasien mampu mengidentifikasi benda2 yang dapat mampu mengendalikan dorongan bunuh diri







Setelah… x pertemuan pasien mampu mengidentifikasi aspek positif dan mampu menghargai diri sebagai individu yang berharga.




Setelah…x pertemuan pasien mampu mengidentifikasi pola koping yang konstruktif dan mampu menerapkannya.











Setalah…x pertemuan klien mampu membut rencana masa depan yang realistis dan mampu melakukan kegiatan.








Setelah dilakukan …x pertemuan keluarga mampu merawat pasien dan mampu menjelaskan pengertian tanda dan gejala serta jenis perilaku bunuh diri.





Setelah…x pertemuan keluarga mampu merawat pasien dan mampu melakukan langsung cara merawat pasien


Setelah…x pertemuan keluarga mampu membuat jadwal aktifitas dirumah dan mampu melakukan follow up.
Sp 1 :
1.      Identifikasi benda2 yang dapat membahayakan pasien.
2.      Amankan benda2 yang dapat membahayakan pasien.
3.      Lakukan kontrak treatment.
4.      Ajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri.
Sp 2 :
1.      Identifikasi aspek positif pasien.
2.      Dorong pasien untuk berpikir positif terhadap diri
3.      Dorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga.
Sp 3 :
1.      Identifikasi pola koping yang biasa diterapkan pasien.
2.      Nilai pola koping yang biasa dilakukan.
3.      Identifikasi pola koping yang konstruktif.
4.      Dorong pasien memilih pola koping yang konstruktif.
5.      Anjurkan pasien menerapkan pola koping yang konstruktuif dalam kegiatan harian.
Sp 4 :
1.      Buat rencana masa depan yang realistis bersama pasien.
2.      Identifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis.
3.      Beri dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan.

Sp 1 :
1.      Diskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2.      Jelaskan pengertian tanda dan gejala resiko bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya.
3.      Jelaskan cara2 merawat pasien resiko bunuh diri.
Sp 2 :
1.      Latih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri.
Sp 3
1.      Bantu keluarga membuat aktifitas dirumah termasuk minum obat.
2.      Jelaskan follow up pasien setelah pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar