LAPORAN
PENDAHULUAN
GANGGUAN
PROSES PIKIR: WAHAM
I.
PENGERTIAN
Waham adalah keyakinan
yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang
lain dan bertentangan dengan realitas normal (Stuart&Sudden, 1998)
II.
PROSES TERJADINYA MASALAH
·
Faktor biologis
Keadaan dalam
neurologis yang palingt sering menimbulkan waham adalah keadaan yang
mempengaruhi system limbic dan ganglia basalis. Waham yang disebabkan
neurologis tanpa adanya gangguan kecerdasan cenderung memiliki waham yang
kompleks
·
Faktor psikodinamik
Teori
psikodinamik spesifik tentang penyebab dan evolusi, gejala waham adalah
anggapan tentang orang hipersensitif dan mekanisme ego spesifik, realisasi
formasi dan system penyangkalan respon perilaku klien dapat diidentifikasi
sepanjang rentang respon sehingga perawat dpat menilai apakah respon klien
adaptif atau malaadaptif

Respon adaptif Respon maladaptif
![]() |
-
Pikiran logis - Kadang – kadang proses - gangguan proses
-
Persepsi akurat pikir
terganggu pikir/waham
-
Emosi konsisten - Emosi berlebihan -
Halusinasi
dengan
pengalaman - Perilaku yang tidak
biasa - Kesukaran proses
-
Perilaku corak - Menarik diri emosi
-
Hub. Social harmonis - Ilusi -
Perilaku tidak
Terorganisir
- Isolasi social
III.
JENIS-JENIS WAHAM
1.
Waham agama
Keyakiana klien
terhadap satu agama secara berlebihan, diucapkan berkali- kali tetapi tidak
sesuai dengan kenyataan
2.
Waham kebesaran
Klien memiliki
keyakinan berlebihan bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus,
diucapkan berkali-kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
3.
Waham somatic
Klien yakin
bahwa tubuh / bagian tubuhnya terganggu adalah terserang penyakit, diucapkan
berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
4.
Waham curiga
Klien yakin
bahwa ada seseorang atau sekelompok berusaha merugikan mencederai dirinya,
diucapkan beekali- kali tapi tidak sesuai dengan kenyataan
5.
Waham huma
Klien yakin
bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia, meninggal, diucapkan berulang kali,
tapi tidak sesuai dengan kenyataan
IV.
TANDA DAN GEJALA
-
Ketidak mampuan memiliki oprang lain
-
Perasaan takut sampai panic
-
Kewaspadaan yang berlebihan
-
Ketidaktepatan meniolai lingkungan,
realitas
-
Menolak makan
-
Tidak ada perhatian terhadap perawatan
diri
-
Ekspresi muka sedih, gembira, ketakutan
-
Gerakan tidak terkontrol
-
Mudah tersinggung
-
Isi pembicaraan tidak sesuai dengan
kenyataan
-
Menjalankan kegiatan keagamaan secara
berlebihan, sama sekali tidak melaksanakannya
-
Mendominasi pembicaraan
-
Menghindar dari orng lain
-
Berbicara kasar
V.
KEMUNGKINAN DATA FOKUS
o Wawancara
-
Identitas klien
-
Identitas penanggung jawab
-
Alasan masuk rumah sakit
-
Gejala yang menjadi alas an keluarga
membawa klien ke RS
-
Kaji riwayat kegagalan melalui tahapan
perkembangan dengan sehat
-
Hubungan yang tidak harmonis dengan
orang lain
-
Kaji mengenai status social dan adanya riwayat
konflik social
-
Pada keluarga:
§ Adanya
anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
§ Gejala
hambatan dalam belajar dan berbicara
§ Kaji
pola asuh
VI.
PEMERIKSAAN FISIK DARI OBSERVASI
-
Ekspresi muka, sedih, gambira, ketakutan
-
Gerakan tidak terkontrol
-
Mudah tersinggung atau marah tanpa sebab
-
Tidak ada perhatian terhadap perawatn
diri
-
Menolak makan
-
Bicara kasar / mendomonasi pembicaraan
-
Komunikasi kacau (sesuai waham)
-
Menjalani kegiatan – kegiatan berlebihan
atau tidak sama sekali
PEMERIKSAAN
DIGNOSTIK
- EKG
- Psikotes
- MRI
VII.
ANALISA DATA
NO
|
DATA
|
MASALAH
|
1
|
DS:
·
Mayor
- Merasa
curiga
- Merasa
cemburu
- Merasa
diancam/diguna-guna
- Merasa
sebagai orang hebat
- Merasa
memiliki kekuatan luar biasa
- Merasa
sakit/rusak organ tubuh
- Merasa sudah
mati
·
Minor
- Merasa orang
lain menjauh
- Merasa tidak
ada yang mau mengerti
DO:
·
Mayor
- marah –
marah tanpa sebab
- banyak kata
(logorrhoe)
- menyendiri
-
sirkumstansial
- inkoheren
·
Minor
- marah –
marah karena masalah sepele
- menyendiri
|
|
VIII.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan proses
pikir : waham
RENCANA
ASUHAN KEPERAWATAN
NO
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
PERENCANAAN
|
INTERVENSI
|
|
TUJUAN
|
KRITERIA
EVALUASI
|
|||
1
|
Gangguan
proses pikir : waham
|
Pasien
mampu:
-
berorientasi pada realitas secara bertahap
-
mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
-
menggunakan obat dengan 5 B
-
|
-setelah
beberapa kali pertemuan klien dapat memenuhi kebutuhannya
-
setelah beberapa kali pertemuan klien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan dan mampu menyebutkan serta mampu memilih kemampuan yang dimiliki
-
setelah … kali pertemuan menyebutkan kegiatan yang sudah dikakukan dan mampu
memilih kemampuan lain yang dimiliki
|
SP
1 (tanggal…)
-identifikasi
kebutuhan klien
-
bicara konteks realita (tidak mendukung atau membantah waham pasien)
-
latih pasien untuk memenuhi kebutuhannya
-
masukkan dalam jadwal harian pasien
SP
2 (tanggal …)
-evaluasi
kegiatan yang lalu (SP 1)
-
identifikasi potensi kemampuan yang dimiliki
-
Pilih dan latih potensi / kemampuan yang dimiliki
-
Masukkan dalam jadwal pasien
SP
3 (tanggal…)
-Evaluasi
kegiatan yang lalu (SP 1 dan SP 2)
-
Pilih kemampuan yang dapat dilakukan
-
Pilih dan latih potensi kemampuan lain yang dimiliki
-
Masukkan dalam jadwal kegiatan pasien
|
|
|
Keluarga
mampu:
-Mengidentifikasi
waham pasien
-
Memfasilitasi pasien untuk memenuhi kebutuhannya
-
Mempertahankan program pengobatan pasien secara optmal
|
-Setelah
… kali pertemuan keluarga mampu mengidentifikasi masalah dan mampu
menjelaskan merawat pasien
- Setelah … kali pertemuan keluarga mampu
menyebutkan kegiatan yang sesuai dilakukan dan mampu memperagakan cara
merawat pasien
-
Setelah … kali pertemuan keluarga mampu mengidentifikasi masalah dan mampu
menjelaskan cara merawat pasien
|
SP
1 (tanggal …)
-Identifikasi
masalah kesehatan dalam merawat pasien
-
Jelaskan proses terjadinya waham
-
Jelaskan tentang cara merawat pasien waham
-
latih Stimulasi cara merawat
RTL
keluarga/jadwal merawat pasien
SP
2 (tanggal…)
-Evaluasi
kegiatan yang lalu (SP 1)
-Latih
keluarga cara merawat (langsung ke pasien)
-
RTL keluarga
SP
3 (tanggal …)
-Evaluasi
kemampuan keluarga
-
Evaluasi kemampuan pasien
-
RTL keluarga:
·
Follow up
·
Rujukan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar