Senin, 23 September 2013

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PROSES PIKIR: WAHAM


LAPORAN PENDAHULUAN
GANGGUAN PROSES PIKIR: WAHAM

I.          PENGERTIAN
Waham adalah keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas normal (Stuart&Sudden, 1998)

II.          PROSES TERJADINYA MASALAH
·         Faktor biologis
Keadaan dalam neurologis yang palingt sering menimbulkan waham adalah keadaan yang mempengaruhi system limbic dan ganglia basalis. Waham yang disebabkan neurologis tanpa adanya gangguan kecerdasan cenderung memiliki waham yang kompleks

·         Faktor psikodinamik
Teori psikodinamik spesifik tentang penyebab dan evolusi, gejala waham adalah anggapan tentang orang hipersensitif dan mekanisme ego spesifik, realisasi formasi dan system penyangkalan respon perilaku klien dapat diidentifikasi sepanjang rentang respon sehingga perawat dpat menilai apakah respon klien adaptif atau malaadaptif

Rentang Respon Neurobiologik


Respon adaptif                                                                             Respon maladaptif


 



-       Pikiran logis                      - Kadang – kadang proses      - gangguan proses  
-       Persepsi akurat                     pikir terganggu                        pikir/waham
-       Emosi konsisten                - Emosi berlebihan                  - Halusinasi
dengan pengalaman          - Perilaku yang tidak biasa      - Kesukaran proses
-       Perilaku corak                   - Menarik diri                             emosi
-       Hub. Social harmonis        - Ilusi                                       - Perilaku tidak
  Terorganisir
-  Isolasi social

III.             JENIS-JENIS WAHAM
1.      Waham agama
Keyakiana klien terhadap satu agama secara berlebihan, diucapkan berkali- kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
2.      Waham kebesaran
Klien memiliki keyakinan berlebihan bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berkali-kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan

3.      Waham somatic
Klien yakin bahwa tubuh / bagian tubuhnya terganggu adalah terserang penyakit, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan

4.      Waham curiga
Klien yakin bahwa ada seseorang atau sekelompok berusaha merugikan mencederai dirinya, diucapkan beekali- kali tapi tidak sesuai dengan kenyataan

5.      Waham huma
Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia, meninggal, diucapkan berulang kali, tapi tidak sesuai dengan kenyataan

IV.             TANDA DAN GEJALA
-          Ketidak mampuan memiliki oprang lain
-          Perasaan takut sampai panic
-          Kewaspadaan yang berlebihan
-          Ketidaktepatan meniolai lingkungan, realitas
-          Menolak makan
-          Tidak ada perhatian terhadap perawatan diri
-          Ekspresi muka sedih, gembira, ketakutan
-          Gerakan tidak terkontrol
-          Mudah tersinggung
-          Isi pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan
-          Menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan, sama sekali tidak melaksanakannya
-          Mendominasi pembicaraan
-          Menghindar dari orng lain
-          Berbicara kasar

V.                 KEMUNGKINAN DATA FOKUS
o  Wawancara
-          Identitas klien
-          Identitas penanggung jawab
-          Alasan masuk rumah sakit
-          Gejala yang menjadi alas an keluarga membawa klien ke RS
-          Kaji riwayat kegagalan melalui tahapan perkembangan dengan sehat
-          Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain
-           Kaji mengenai status social dan adanya riwayat konflik social
-          Pada keluarga:
§  Adanya anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
§  Gejala hambatan dalam belajar dan berbicara
§  Kaji pola asuh

VI.             PEMERIKSAAN FISIK DARI OBSERVASI
-          Ekspresi muka, sedih, gambira, ketakutan
-          Gerakan tidak terkontrol
-          Mudah tersinggung atau marah tanpa sebab
-          Tidak ada perhatian terhadap perawatn diri
-          Menolak makan
-          Bicara kasar / mendomonasi pembicaraan
-          Komunikasi kacau (sesuai waham)
-          Menjalani kegiatan – kegiatan berlebihan atau tidak sama sekali

PEMERIKSAAN DIGNOSTIK
- EKG
- Psikotes
- MRI

VII.          ANALISA DATA
NO
DATA
MASALAH
1
DS:
·           Mayor
- Merasa curiga
- Merasa cemburu
- Merasa diancam/diguna-guna
- Merasa sebagai orang hebat
- Merasa memiliki kekuatan luar biasa
- Merasa sakit/rusak organ tubuh
- Merasa sudah mati
·           Minor
- Merasa orang lain menjauh
- Merasa tidak ada yang mau mengerti

DO:
·            Mayor
- marah – marah tanpa sebab
- banyak kata (logorrhoe)
- menyendiri
- sirkumstansial
- inkoheren

·            Minor
- marah – marah karena masalah sepele
- menyendiri


VIII.          DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan proses pikir : waham

                                    

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERENCANAAN
INTERVENSI
TUJUAN
KRITERIA EVALUASI
1
Gangguan proses pikir : waham


Pasien mampu:
- berorientasi pada realitas secara bertahap
- mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
- menggunakan obat dengan 5 B
-           
-setelah beberapa kali pertemuan klien dapat memenuhi kebutuhannya









- setelah beberapa kali pertemuan klien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan dan mampu menyebutkan serta mampu memilih kemampuan yang dimiliki




- setelah … kali pertemuan menyebutkan kegiatan yang sudah dikakukan dan mampu memilih kemampuan lain yang dimiliki

SP 1 (tanggal…)
-identifikasi kebutuhan klien
- bicara konteks realita (tidak mendukung atau membantah waham pasien)
- latih pasien untuk memenuhi kebutuhannya
- masukkan dalam jadwal harian pasien

SP 2 (tanggal …)
-evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1)
- identifikasi potensi kemampuan yang dimiliki
- Pilih dan latih potensi / kemampuan yang dimiliki
- Masukkan dalam jadwal pasien

SP 3 (tanggal…)
-Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1 dan SP 2)
- Pilih kemampuan yang dapat dilakukan
- Pilih dan latih potensi kemampuan lain yang dimiliki
- Masukkan dalam jadwal kegiatan pasien



Keluarga mampu:
-Mengidentifikasi waham pasien
- Memfasilitasi pasien untuk memenuhi kebutuhannya
- Mempertahankan program pengobatan pasien secara optmal
-Setelah … kali pertemuan keluarga mampu mengidentifikasi masalah dan mampu menjelaskan merawat pasien









-  Setelah … kali pertemuan keluarga mampu menyebutkan kegiatan yang sesuai dilakukan dan mampu memperagakan cara merawat pasien



- Setelah … kali pertemuan keluarga mampu mengidentifikasi masalah dan mampu menjelaskan cara merawat pasien
SP 1 (tanggal …)
-Identifikasi masalah  kesehatan dalam merawat pasien
- Jelaskan proses terjadinya waham
- Jelaskan tentang cara merawat pasien waham
- latih Stimulasi cara merawat
RTL keluarga/jadwal merawat pasien

SP 2 (tanggal…)
-Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1)
-Latih keluarga cara merawat (langsung ke pasien)
- RTL keluarga

SP 3 (tanggal …)
-Evaluasi kemampuan keluarga
- Evaluasi kemampuan pasien
- RTL keluarga:
·        Follow up
·        Rujukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar