LAPORAN
PENDAHULUAN
I. Masalah utama (kasus) :
Managemen stress
II. proses terjadinya masalah
1. Stress adalah suatu ketidakseimbangan diri /
jiwa dan realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari atau peribahan yang memerlukan penyesuaian
sering dianggap sebagai kejadian atau peruaban negative yang gdapat menimbulkan
stress, seperti cidera, sakit atau kematian orang yang dicintai, putus cinta,
perubahan positif juga dapat menimbulkan stress, seperti naik pangkat,
perkawinan, jatuh cinta.
2. Indikator fisiologis stress
a. Kenaikan tekanan darah
b. Peningkatan ketegangan di leher, bahu, punggung
c. Peningkatan denyut nadi dan pernafasan
d. Telapak tangan berkeringat tangan dan kaki
dingin
e. Postur tubuh yang tidak tegap
f. Keletihan
g. Sakit kepala
h. Gangguan lambung
i.
Suara yang
bernada tinggi
j.
Mual,
muntah dan diare
k. Perubahan nafsu makan
l.
Penurunan
berat badan
m. Perubahan prekwensi berkemih
n. Dilatasi pupil
o. Gelisah, kesulitan untuk tidur atau sering
terbangun saat tidur
III. Kemungkinan data fokus
1. Wawancara
a.
Tanyakan apa yang menyebabkan klien gelisah, kesulitan untuk tidur atau terbangun saat tidur
b.
Alasan masuk RSJ
c.
Faktor predisposisi dan
presipitasi
d.
Faktor stress
2. Pemeriksaan fisik
a.
Naiknya
tekanan darah
b.
Peningkatan
denyut nadi dan frekwensi pernafasan
c.
Perubahan
nafsu makam
d.
Frekwensi
berkemih meningkat
e.
Dilatasi
pupil
f.
Sakit
kepala
g.
Telapak tangan
berkeringat tangan dan kaki dingin
h.
Gelisah,
kesulitan tidur atau terbangun saat tidut
IV. Analisa data
Data
mayor
|
Data
minor
|
Masalah
|
DS:
-
menyatakan depresi
-
kehilangan
motivasi
-
selalu
gelisah
-
kehilangan
minat
|
DS:
- merasa tidak berguna
-
merasa tidak perlu menyelesaikan tugas-tugasnya
- Selalu teringat kegagalan / kesalahan dimasa
lalu
- Merasa tidak mau untuk mengerjakan sesuatu
|
Potensial
mencederai diri/bunuh diri
|
V.
Diagnosa keperawatan diri
Potensial mencederai diri / bunuh diri
VI. RENCANA KEPERAWATAN
Tujuan umum
1. Pasien
mampu:
a) - Pasien dapat mengontrol prilaku mencederai diri
3.Kriteria hasil
a). Setelah pertemuan pasien dapat:
- Pasien
tidak melakukan tindakan mencederai diri
- melakukan
hubungan social secara baik
b). Setelah pertemuan keluarga
mampu : meneruskan melatih pasien dan mendukung agar pasien tidak melakukan tindakan mencederai diri
4. Intervensi
a) Bina hubungan saling percaya
-
Lakukan
interaksi dengan pasien sesering mungkin dengan sikap empati
-
Dengarkan
pernyataan pasien dengan sikap sabar empati dan lebih banyak memakai bahasa non
verbal. Misalnya: memberikan sentuhan atau anggukan
-
Perhatikan
pembicaraan pasien serta beri respon sesuai dengan keinginanya
-
Bicara
dengan nada suara yang rendah, jelas, singkat, sederhana dan mudah dimengerti
-
Terima
pasien apa adanyatanpa membendingkan dengan orang lain
b) Bantu pasien mengevaluasi diri
-
Tanyakan
kepada pasien keberhasilan yang pernah diraih
-
Bicarakan
kegagalan yang pernah dialami pasien: sebab-sebab kegagalan, cara mengatasinya,
serta resspon pasien terhadap kegagalan
-
Jelaskan
kepada pasien kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi
kesulitan yang mungkin terjadi dimasa mendatang
Berikan pujian / penghargaan atas keberhasilan yang dicapai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar