Senin, 23 September 2013

LAPORAN PENDAHULUAN ISOS


LAPORAN PENDAHULUAN

1.      Masalah utama
Isolasi sosial : menarik diri

2.      Proses terjadinya Masalah
a.       Pengertian
Isolasi adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak ( Carpenito, 1998 ).
Isolasi social adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap negative dan mengancam (Townsend, 1998). Seseorang dengan perilaku menarik diri akan menghindari interaksi dengan orang lain. Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan, pikiran, dan prestasi atau kegagalan. Ia mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain, yang dimanifestaikan dengan sikap memisahkan diri, tidak ada perhatian dan tidak sanggup membagi pengalaman dengan orang lain (Depkes, 1998).
b.      Tanda dan Gejala
Observasi yang dilakukan pada klien akan ditemukan (data objektif) :
1. Apatis, ekspresi, afek tumpul.
2. Menghindar dari orang lain (menyendiri) klien tampak memisahkan diri dari orang lain.
3. Komunikasi kurang atau tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain atau perawat.
4. Tidak ada kontak mata, klien lebih sering menunduk.
5. Berdiam diri di kamar/tempat berpisah – klien kurang mobilitasnya.
6. Menolak hubungan dengan orang lain – klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap.
7. Tidak melakukan kegiatan sehari-hari, artinya perawatan diri dan kegiatan rumah tangga sehari-hari tidak dilakukan.
8. Posisi janin pada saat tidur.
Data subjektif sukar didapat jika klien menolak berkomunikasi, beberapa data subjektif adalah menjawab dengan singkat kata-kata “tidak”, “ya”, “tidak tahu”.
c.       Faktor predisposisi
  Terjadinya perilaku menarik diri adalah kegagalan perkembangan yang dapat mengakibatkan individu tidak percaya diri, tidak percaya orang lain, ragu takut salah, putus asa terhadap hubungan dengan orang lain, menghindar dari orang lain, tidak mampu merumuskan keinginan dan merasa tertekan.
Sedangkan factor presipitasi dari factor sosio-cultural karena menurunnya stabilitas keluarga dan berpisah karena meninggal dan factor psikologis seperti berpisah dengan orang yang terdekat atau kegagalan orang lain untuk bergantung, merasa tidak berarti dalam keluarga sehingga menyebabkan klien berespons menghindar dengan menarik diri dari lingkungan (Stuart and Sundeen, 1995)

d.      Karekteristik Perilaku
• Gangguan pola makan : tidak nafsu makan atau makan berlebihan.
• Berat badan menurun atau meningkat secara drastis.
• Kemunduran secara fisik.
• Tidur berlebihan.
• Tinggal di tempat tidur dalam waktu yang lama.
• Banyak tidur siang.
• Kurang bergairah.
• Tidak memperdulikan lingkungan.
• Kegiatan menurun.
• Immobilisasai.
• Mondar-mandir (sikap mematung, melakukan gerakan berulang).
• Keinginan seksual menurun

3.      Data yang perlu dikaji
1.      Pengkajian
Pengelompokan data pada pengkajian kesehatan jiwa berupa factor presipitasi, penilaian stressor, sumberkoping yang dimiliki klien. Setiap melakukan pengkajian, tulis tempat klien dirawat pada tanggal dirawat, isi pengkajian meliputi :
a.       Identitas klien
Meliputi nama klien, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, tanggal MRS, informan, tanggal pengkajian, alamat klien

b.      Keluhan Utama
Keluhan biasanya berupa menyediri (menghindar dari orang lain) komunikasi kurang atau tidak ada , berdiam diri dikamar ,menolak interaksi dengan orang lain , tidak melakukan kegiatan sehari – hari , dependen.

c.       Faktor predisposisi
kehilangan , perpisahan , penolakan orang tua ,harapan orang tua yang tidak realistis ,kegagalan / frustasi berulang , tekanan dari kelompok sebaya; perubahan struktur sosial.
Terjadi trauma yang tiba tiba misalnya harus dioperasi , kecelakaan dicerai suami , putus sekolah ,PHK, perasaan malu karena sesuatu yang terjadi ( korban perkosaan , tituduh kkn, dipenjara tiba – tiba) perlakuan orang lain yang tidak menghargai klien/ perasaan negatif terhadap diri sendiri yang berlangsung lama.

d.       Aspek fisik / biologis
Hasil pengukuran tada vital (TD, Nadi, suhu, Pernapasan , TB, BB) dan keluhafisik yang dialami oleh klien.

e.       Asfek Psikososial
1. Genogram yang menggambarkan tiga generasi
2.
Konsep diri
a)      Citra tubuh
Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah atau tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau yang akan terjadi.
Menolak penjelasan perubahan tubuh , persepsi negatip tentang tubuh .
Preokupasi dengan bagia tubuh yang hilang , mengungkapkan keputus asaan, mengungkapkan ketakutan.
b) Identitas diri
Ketidak pastian memandang diri , sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan
c) Peran
Berubah atau berhenti fungsi peran yang disebabkan penyakit , proses menua , putus sekolah, PHK.
d) Ideal diri
Mengungkapkan keputus asaan karena penyakitnya : mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi.
e) Harga diri
Perasaan malu terhadap diri sendiri , rasa bersalah terhadap diri sendiri , gangguan hubungan sosial , merendahkan martabat , mencederai diri, dan kurang percaya diri.
Klien mempunyai gangguan / hambatan dalam melakukan hubunga sosialdengan
orang lain terdekat dalam kehidupan, kelempok yang diikuti dalam masyarakat
f. Status Mental
Kontak mata klien kurang /tidak dapat mepertahankan kontak mata , kurang dapat memulai pembicaraan , klien suka menyendiri dan kurang mampu berhubungan denga orang lain , Adanya perasaan keputusasaan dan kurang berharga dalam hidup.
g. Kebutuhan persiapan pulang.
·          Klien mampu menyiapkan dan membersihkan alat makan
·         Klien mampu BAB dan BAK, menggunakan dan membersihkan WC, membersikan dan merapikan pakaian.
·         Pada observasi mandi dan cara berpakaian klien terlihat  Klien dapat melakukan istirahat dan tidur , dapat beraktivitas didalam dan diluar rumah
·          Klien dapat menjalankan program pengobatan dengan benar.
H. Mekanisme Koping
Klien apabila mendapat masalah takut atau tidak mau menceritakan nya pada orang orang lain( lebih sering menggunakan koping menarik diri)
I. Aspek Medik
Terapi yang diterima klien bisa berupa therapy farmakologi ECT, Psikomotor,therapy okopasional, TAK , dan rehabilitas.

6.      Masalah Keperawatan Yang Mungkin Muncul
Masalah keperawatan yang sering muncul yang dapat disimpulkan dari pengkajian adalah sebagai berikut :
*.
Isolasi sosial : menarik diri
*. Gangguan konsep diri: harga diri rendah
*. Resiko perubahan sensori persepsi
*. Koping individu yang efektif sampai dengan ketergantungan pada orang lain .
*. Gangguan komunikasi verbal, kurang komunikasi verbal.
*. Intoleransi aktifitas.
*. Kekerasan resiko tinggi.


Pohon Masalah









7.      ANALISA DATA
No
DATA
MASALAH KEPERAWATAN
1.

















2.









3.









4.
DS :
·         Klien mengatakan malu dengan orang lain
·         Klien mengatakan ingin menyendiri
·         Klien menyatakan sedih/ ditolak
DO :
·         Klien selalu menyendiri
·         Tidak komunikatif
·         Menghindari orang lain
·         Tidak ada kontak mata
·         Afek tumpul
·         Sedih
·         Perilaku bermusuhan
·         Kesulitan membina hubungan dilingkungannya
·         Kurang minat

DS :
·         Klien mengatakan dirinya bodoh, jelek, menyusahkan orang lain, tidak berguna, tidak bias membantu orang tua (adanya pertanyaan menyalahkan diri sendiri)
DO :
·         Wajah selalu menunduk
·         Tidak pernah menatap perawat


DS :
·         Klien menyatakan malas mandi, tidak mau makan
DO :
·         Badan kotor dan bau
·         Pakaian kotor dan bau
·         Rambut kusut
·         Makan dibantu
·         Mandi dibantu

DO :
·         Terlihat ngomel-ngomel sendirian
DS :
·         Klien mengatakan mendengar suara yang mengejek dan bias saja klien mengatakan ada orang lain yang selalu menemaninya

Isolasi sosial : menarik diri



















Harga diri rendah











Defisit perawatan diri











Perubahan sensori persepsi : halusinasi

Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko perubahan sensori persepsi : halusinasi berhubungan dengan menarik diri.
2.       Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3.       Gangguan harga diri : harga diri rendah berhubungan dengan tidak efektifnya koping individu     : koping defensif.
4.      Defisit perawatan diri berhubungan dengan isolasi sosial : menarik diri


No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.





Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah







Pasien mampu :
a.       Menyadari penyebab isolasi sosial
b.      Berinteraksi dengan orang lain
Kriteria evaluasi :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, pasien dapat membina hubungan saling percaya, menyadari penyebab isolasi sosial, keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain, melakukan interaksi dengan orang lain secara bertahap.























































Keluarga mampu :
Merawat pasien isolasi sosial dirumah
kriteria evaluasi :
setelah …x pertemuan keluarga mampu menjelaskan tentang :
·         Masalah isolasi sosial dan dampaknya pada pasien
·         Penyebab isolasi sosial
·         Sikap keluarga untuk membantu pasien mengatasi isolasi sosial
·         Pengobatan yang berkelanjutan untuk mencegah putus obat
·         Tempat rujukan   untuk fasilitas kesehatan yang tersedia bagi pasien







SP 1 (tgl…..)
1.      Identifikasi penyebab
a.       Siapa yang satu rumah dengan pasien?
b.      Siapa yang dekat dengan pasien
c.       Siapa yang tidak dekat dengan pasien, apa sebabnya?

2.      Tanyakan keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain.
a.       Tanyakan pendapat pasien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain
b.      Tanyakan yang menjadi sebab mngapa pasien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
c.       Diskusikan keuntungan bila pasien memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka.
d.      Jelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik pasien

3.      Latihan berkenalan
a.       Jelaskan kepada klien cara berinteraksi dengan orang lain
b.      Berikan contoh cara berinteraksi dengan orang lain
c.       Berikan kesempatan pasien mempraktekkan cara berinteraksi dengan satu teman/anggota keluarga
d.      Mulailah bantu pasien berinteraksi dengan satu orang teman/anggota keluarga
e.       Bila pasien telah menunjukkan kemajuan, tingkatkan jumlah interaksi dengan 2,3,4 orang, dst.
f.       Beri pujian untuk setiap kemajuaninteraksi yang telah dilakukan oleh pasien
g.      Siap mendengar ekspresi perasaan pasien setelah berinteraksi dengan orang lain mungkin pasien akan mengungkapkan keberhasilan dan kegagalannya,beri dorongan terus-menerus agar pasien tetap semangat meningkatkan interaksinya

SP 2 (tgl…)
1.      Evaluasi SP 1
2.      Latih berhubungan sosial secara bertahap
3.      Masukkan dalam jadwal kegiatan pasien

SP3 (tgl…)
1.      Evaluasi SP 1 dan SP 2
2.      Latih cara berkenalan dengan 2 orang atau lebih
3.      Masukkan jadwal kegiatan pasien

SP 1 (tgl…)
1.      Identifikasi masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien
2.      Penjelasan isolasi sosial
3.      Cara merawat pasien isolasi sosial
4.      Latih (simulasi)
5.      RTL keluarga / jadwal keluarga untuk merawat pasien
SP 2 (tgl…)
1.      Evaluasi SP 1
2.      Latih (langsung ke pasien)
3.      RTL keluarga / jadwal keluarga untuk merawat pasien
SP 4 (tgl…)
1.      Evaluasi kemampuan keluarga
2.      Evaluasi kemampuan pasien
3.      RTL keluarga
·         Follow up
·         rujukan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar